Selamat datang dalam blog LUNTANG-LANTUNG. Kelompok kami beranggotakan 7 mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, yakni Sintia Astarina, Fellycia Stevie, Merry, Herlina, Servulus Armando, Felix Anthoni, dan Marshall Sautlan :) Blog ini kami buat atas permintaan dosen Bahasa Indonesia kami, Bu Niknik M. Kuntarto, guna mem-posting tugas-tugas kami. Semoga bermanfaat Just go follow this blog and drop your comments on our posting. God bless you, guys! ♥♥♥
Tampilkan postingan dengan label kilas kabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kilas kabar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

Pertemuan Ke-14: Pertemuan Terakhir di Semester Pertama

Sama sekali tidak terasa kalau kelas bahasa Indonesia bersama Bu Niknik sudah sampai pada pertemuan ke-14 alias pertemuan terakhir. Pada Kamis itu, kami pun menyempatkan diri kami untuk memberikan apresiasi kepada teman-teman Ilkom B yang belum mendapat giliran maju presentasi pada pertemuan sebelumnya.

Dari kelompok Luntang-lantung, yang mendapat giliran untuk maju presentasi adalah Felix Anthoni yang memilih topik mengenai anjing dan Marshall Sautlan yang memilih topik tentang Batman. Wah, topiknya seru-seru, ya! Teman-teman lainnya juga nggak kalah seru, dong!

Siapa sangka? Presentasi pada kloter ke-2 ini memakan waktu yang cukup lama. Kami bisa menghabiskan waktu kami sampai pukul setegah 7 malam. Kelas Ilkom B memang paling setia, di saat masih ada teman yang belum maju (padahal sudah waktunya kelas berakhir), sebagian anak-anak pun dengan sabar menunggu presentasi sampai selesai. Hebat!

Ternyata, teman-teman dari Ilkom B adalah para mahasiswa yang kreatif dan inovatif. Mereka bisa menampilkan suatu presentasi yang menyenangkan dan tentunya bermanfaat. Penampilan banyak silindia yang disuguhkan juga membuat kita begitu terinspirasi untuk membuat slide yang sama bagusnya dengan apa yang sudah mereka buat.

Selain itu, performa mereka juga luar biasa. Teman-teman Ilkom B mampu mengawali dan mengakhiri presentasi tersebut dengan cara yang unik, tidak biasa, bahkan luar biasa. Ada yang benrnyanyi, memberikan kuis, memutarkan lagu, dan lain-lain. Wah, ternyata materi yang diberikan oleh Bu Niknik tidak sia-sia, ya! Buktinya adalah kita bisa mempraktikkan hal tersebut dalam melakukan suatu presentasi. Virus bahasa Indonesia yang disebarkan dosen kami sudah tertular ke dalam diri kami masing-masing.

Oh ya, dosen unik kami yang tampak anggun dalam busana berwarna biru ternyata sedang berbaik hati. Beliau memberikan kami oleh-oleh untuk  kami nikmati bersama di kelas. Ternyata, cara itu ampuh untuk mengusir rasa kantuk, bosan, dan kejenuhan kammi akibat terlalu lama menonton teman-teman yang presentasi ke depan kelas. Biarpun begitu, kita semua harus tetap menyaksikan oenampilan yang sudah disiapkan jauh-jauh hari itu. Mengapa? Karena setiap orang butuh untuk dihargai dan diberi apresiasi.

Waktu berjalan begitu cepat. Tidak terasa bahwa kami sudah maju satu per satu untuk mempresentasikan topik yang kami pilih. Kami sudah melakukan yang terbaik demi meraih 3 bintang sekaligus sebagai nilai praktik UAS. Kabar baik pun datang dari Bu Niknik kalau pengumuman nama para mahasiswa yang berhasil menggapai 20 bintang dan berhak mendapatkan A untuk UAS, akan dipublikasikan di Facebook Niknik M. Kuntarto saat mminggu tenang. Tidak ketinggalan juga pengumuman blog terbaik.


Semoga kita semua bisa mendapatkan 20 bintang! Semangat untuk Luntang-lantung (semoga kelompok kita bisa jadi blog terbaik, ya!), Gadis-gadis, Muda-mudi, Warna-warni, dan Bersenang-senang. Semangat untuk menghadapi UAS mata kuliah yang lainnya, ya!

Kamis, 05 Januari 2012

Pertemuan Ke-13: Presentasi dan Wujud Apresiasi

Melakukan sesuatu dengan segenap kemampuan adalah bukti usaha nyata dan rasa niat kita terhadap suatu hal. Dalam menjalani itu semua, kunci yang penting adalah komunikasi yang baik.

Hari ini mendung. Hujan menyeliputi daerah Gading Serpong. Tapi, itu semua tidak mematahkan semangat kami, anak-anak ILKOM B yang pada hari ini akan melakukan presentasi. Seperti yang sudah dijanjikan pada pertemuan kemarin, kami dijadwalkan untuk mempersembahkan karya atau tema yang paling kami kuasai untuk kami presentasikan.

Dari kelompok Luntang-lantung sendiri, yang akan maju adalah Fellycia Stevie, Servulus Armando, Herlina, Merry, dan Sintia Astarina. Pada pertemuan selanjutnya, giliran Marshall Sautlan, Felix Anthoni dan teman-teman lainnya yang belum maju hari ini yang akan tampil.

Temna-teman yang maju pada hari ini tampaknya cukup mempersiapkan diri dan dapat menguasai materi dengan baik. Buktinya, mereka dapat melakukan presentasi dengan cara yang menarik dan komunikatif. Teman-teman yang belum mendapat giliran untuk presentasi pada hari ini  pun cukup banyak melakukan apresiasi untuk teman-teman yang lain. Di saat satu orang berbicara, yang lain mendengarkan.

Oh ya, teman kami dari Luntang-lantung ada yang sedang berulang tahun, lho! Selamat ulang tahun ya, Fellycia Stevie. Semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi apa yang diinginkan atau dicita-citakan bisa tercapai semua. Tuhan memberkati selalu (ciieee… ada yang nangis, nih pas dikasih kejutan ulang tahun…) :)

Kembali lagi ke soal presentasi. Banyak, lho dari teman kita yang menyajikan presentasi dengan cara yang unik dan berbeda. Ada juga yang memilih topik yang tak biasa. Di samping itu, ada 3 teman kita yang bersedia mendokumentasikan penampilan kami. Sebut saja Mando, Kevin, dan Ivan. Wah, anak-anak Ilmu Komunikasi memang kreatif dan inovatif, ya! Selamat untuk kita semua!

Sebelum pertemuan ke-13 berakhir, Bu Niknik yang tampak elegan dengan kemeja putih dan celana abu-abu memberikan evaluasi penampilan teman-teman yang sudah maju dan memberikan karya mereka yang terbaik. Ini bisa jadi tolok ukur dan tips untuk teman-temann yang akan maju minggu depan. Disimak, ya!

1. Hayooo… jangan menginjak “RANJAU”! Masih banyak, lho yang bilang kata “terus”.
2. Perhatikan kata-kata yang dipilih, khususnya untuk kata depan. Untuk nama tempat, tulisannya harus dipisah. Jangan digabung, ya!
3. “Jadi gituuuu…” Wah, kata-kata yang satu ini menunjukkan kalau kita nggak siap dengan penguasaan materi. Seakan-akan para pendengar harus cepat mengerti apa yang sedang kita bicarakan.
4. Ngomongnya pelan-pelan, ya! Jangan cepat-cepat.
5. Satu hal yang penting adalah kita harus beinteraksi dengan para audiens yang ada di ruangan tersebut.
6. Masih banyak teman-teman yang melupakan urutan sistematika penomoran. Contoh: sehabis A, lalu tanda strip (-). Seharusnya, sehabis A, nomor 1.

Nah, itulah sedikit ulasan mengenai presentasi yang sudah dilakukan pada hari ini. Semangat untuk teman-teman semua. Semoga kita bisa meraih 3 bintang sekaligus, ya!

Kamis, 22 Desember 2011

Pertemuan Ke-12: Siapkah Anda untuk Presentasi?

Tak terasa apabila kita sudah berada di ujung tahun. Kamis ini adalah pertemuan terakhir di 2011 sebelum kami menyambut liburan. Wah, bau-bau liburan rasanya sungguh merayapi kami. Tak heran apabila kelas 317, kelas di mana kami mengikuti mata kuliah bahasa Indonesia, terlihat lebih sepi dibanding biasanya. Kami pun dipaksa untuk mengais sisa-sisa semangat yang masih melekat di dalam jiwa dan pikiran kami. Walaupun begitu, kami harus tetp belajar bahasa Indonesia bersama Bu Niknik yang pada pertemuan kali ini, memakai baju dengan suasana hijau muda.

Hal pertama yang kami lakukan untuk mengawali pertemuan ke-12 ini adalah dengan menyiapkan sebuah kertas. Kami diminta untuk menggambar orang dan menggambar pohon di sisi sebaliknya. Ternyata, dari gambar yang kami buat, menentukan karakter dan kepribadian kami. Ya, semacam tes psikotes.

Kemudian, kami belajar bagaimana sikap yang baik apabila kami diwawancarai. Tentunya, berbagai jenis pertanyaan yang ditanyakan oleh pencari kerja harus kita jawab apabila kita berada di posisi pelamar kerja. Kita harus benar-benar mempersiapkan diri untuk dapat menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan dengan baik dan benar.

Hal lain yang perlu kita pelajari adalah mengenai latar belakang perusahaan tempat kita melamar. Gunakan juga jawaban yang mengesankan keinginan kita dalam mengembangkan karier. Dilarang keras untuk mengesankan menjelekkan manajemen perusahana, menghindarkan konflik, dan menghindari beban kerja. Kemudian, dalam menjawab kelemahan, kita justru mengesankan kelebihan kita yang tersembunyi. Jangan menyampaikan eklemahan kita secara gamblang.

Selanjutnya, kami diajari bagaimana melakukan presentasi yang baik di depan umum. Yang harus kita lakukan adalah menyiapkan dan menguasai materi, menyiapkan alat bantu presentasi sebaik mungkin, dan analisis bahasa tubuh. Satu hal yang paling penting adalah percaya diri. Ya, percaya diri akan meningkatkan keberaniankita untuk berbicara di depan umum.

Tentu saja kita pernah merasa gugup saat melakukan presentasi. Kira-kira, hal tersebut baik atau buruk, ya? Gugup merupakan hal yang baik karena bisa merangsang otak kita agar bisaberani melakukan sesuatu dan menyiapkan presentasi tersebut sebaik mungkin. Lalu, dengan banyak berlatih, kita pun bisa melunturkan segala kegugupan yang menyerang diri kita. Di sisi lain, gugup bisa menjadi hal yang buruk karena hal tersebut dapat merusak jalannya presentasi yang berlangsung. Teman-teman pilih yang mana, ya?

Selanjutnya, hal pertama yang harus kita lakukan sebelum memulai presetasi adalah diam. Kemudian kita dapat melakukan kontak mata, tersenyum kepada audiens, menampilkan ekspresi wajah yang menyenangkan, dan melakukan gerakan anggota tubuh untuk membantu  kita dalam meyakinkan atau memperkuat topik bahasan yang akan kita ungkapkan.

Nah, kami mempunyai tugas yang harus kami kerjakan sebaik-baiknya. Kami diminta membuat sebuah presentasi mengenai apa saja! Tentunya topik bahasan yang kami pilih haruslah yang kami kuasai benar-benar. Lalu, kami juga harus membuat artikel dari presentasi tersebut. Terakhir, presentasi!
Sehabis liburan, akan ada 17 teman-teman kita yang akan melakukan presentasi. Dukung mereka, yuk! Semangat, yaaaa! Luntang-lantung, persiapan segalanya sebaik mungkin demi menyikat 3 bintang sekaligus, ya! SEMANGAAATTT!!! :D

Kamis, 08 Desember 2011

Pertemuan Ke-10: Delapan Halaman Awal untuk Karangan Ilmiah

Sejujurnya, pertemuan ke-10 ini adalah pertemuan yang sangat menyenangkan. Dosen kami yang begitu menawan, yang tak lain dan tak bukan adalah Bu Niknik, menceritakan segudang pengalamannya dalam dunia pendidikan. Kami mendapatkan banyak cerita seru yang menarik dan sangat inspiratif. Dari sana, kami bisa mengetahui sesuatu yang selama ini tersembunyi dan tak kasat mata.

Bu Niknik mengajarkan kami bagaimana caranya menghadapi suatu permasalahan besar yang ada dalam hidup kita. Kita harus tegar, menjadi kuat, dan tak usah ambil pusing terhadap orang-orang yang tidak suka dengan kita. Tuhan Mahatahu dan Ia akan mengatur segalanya sedemikian rupa sehingga kita bisa memeroleh berkat melimpah. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai.

Berjam-jam dihiasi oleh berbagai cerita menarik membuat kami ingin terus mendengarkan cerita-cerita dari guru besar kami itu, Bahkan, kami sampai lupa waktu danhampir saja meninggalkan materi yang akan kami pelajari pada waktu itu. akan tetapi, pada akhirnya di satu jam terakhir, kami memulai  materi kami dan belajar bagaimana caranya menyusun skripsi. 

Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/ fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia.

Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), Postgraduate (s2), PhD dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergrduate (sarjana S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia Skripsi untuk jenjang S1, Tesis untuk jenjang (S2) dan Disertasi untuk jenjang (S3).

Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Kedua pembimbing tersebut disebut dengan istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.

Dimulai dari 8 halaman pertama. Mulai dari halaman judul, halaman pengesahan, halaman persembahan, halaman kata pengantar, catatan perut, catatan kaki, daftar pustaka, dan biografi. Pembelajaran pada hari ini sangatlah berguna untuk membuat skripsi di semester akhir nanti.

Oh yam untuk mendalami lebih lanjut dan guna mengetes sejauh mana kami mengerti mengenai apa yang sudah diajarkan, kami diminta oleh Bu Niknik untuk membuat halaman judul, halaman pengesahan, halaman persembahan, halaman kata pengantar, catatan perut, catatan kaki, daftar pustaka, dan biografi. Bagi yang pekerjaannya sempurna akan mendapatkan 4 bintang. Ayo, Luntang-lantung, kerjakan tugas kalian sebaik mungkin agar bintangnya bertambah. Semangat juga untuk teman-teman yang lain! :D

Sumber:

Kamis, 01 Desember 2011

Pertemuan Ke-9: Mari Belajar Mengenai Daftar Pustaka

Halo, semuanya! Apa kabar? Nah, di blog Luntang-lantung kali ini, kami akan mengulas sedikit mengenai materi yang kami dapatkan drai Bu Niknik, yakni daftar pustaka. Sebelumnya, pasti hampir drai kita semua pernah mendapatkan materi ini saat duduk di bangku SMA. Sekedar mengulang lagi untuk memanggil kembal memori-memori kita mengenai daftar pustaka.

Definisi daftar pustaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dsb. yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad.

Fungsi daftar pustaka:
1. memberikan arah bagi para pembaca buku atau karya tulis yang ingin meneruskan kajian atau untuk melakukan pengecekan ulang terhadap karya tulis yang bersangkutan;
2. memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya tulis yang dirujuk terhadap hasil karyanya yang turut menyumbang peraran dalam penulisan karya tulis yang kita tulis;
3. menjaga profesionalitas kita (jika kita sebagai seorang penulis karya tulis) terhadap tulisan yang kita buat. 

Contoh:
Anthoni, Felix. 1994. Psikologi, Pekerjaan Sosial dan Ilmu Kesejahteraan: Dasar- Dasar
          Pemikiran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Astarina , Sintia. 1998. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek.
          Jakarta: Rineka Cipta.
.........., 1997. Prosedur Penelitian: Suatu Pendapatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Femina. 1999. "Kamukah Tipe Cinta Kami?". Nomor 18/XVII, Mei. Bandung.

Kompas. 2006. "Pesona Negri Singa di Penghujung Tahun". 8 November. Jakarta.

"Merry. 1998. "Aku Pergi Mengembara, Lalu Ke Manakah Anak-anak yang Hilang?".
           Dalam http://www.sintia-astarina.blogspot.com/


Informasi lainnya:

Kamis, 24 November 2011

Pertemuan Ke-8: Mari Belajar Membuat Catatan Kaki

Pertemuan ke-8 adalah pertemuan pertama kami setelah Ujian Tengah Semester. Kali ini, kami diberi materi mengenai Footnote atau catatan kaki. Tentu saat SMA kami sudah mendapatkan materi serupa sehingga kami hanya tinggal me-refresh ingatan kami tentang pembelajaran pada hari ini.

Berdasarkan data yang kami dapatkan lewat Wikipedia, catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan footnote adalah sebagai berikut.

1. Nomor footnote agak diangkat sedikit di atas baris biasa, tetapi tidak sampai setinggi satu spasi. Nomor itu jauhnya tujuh huruf dari margin atau tepi teks, atau sama dengan permulaan alinea baru. Jika catatan kaki terdiri lebih dari dua baris, baris kedua dan selanjutnya dimulai di garis margin atau tepi teks biasa.
2. Nama pengarang ditulis menurut urutan nama aslinya. Pangkat atau gelar seperti Prof., Dr., Ir., dan sebagainya tidak perlu dicantumkan.
3. Judul buku digaris bawah jika diketik dengan mesin ketik atau dicetak miring jika diketik dengan komputer.
4. Jika buku, majalah, atau surat kabar ditulis oleh dua atau tiga orang, nama pengarang dicantumkan semua.
5. Jika sumbernya berasal dari internet: Nama depan dan belakang penulis, “Judul dokumen,” nama website, alamat web komplit, tanggal dokumen tersebut di download.
6. Pengarang yang lebih dari tiga orang, ditulis hanya nama pengarang pertama, lalu di belakangnya ditulis et al., atau dkk.

Selain itu, kami juga belajar mengenai Ibid, Loc. cit., dan op. cit..
1. Ibid (dari bahasa Latin, kependekan dari kata “ibidem” yang berarti “tempat yang sama”) adalah istilah yang digunakan pada catatan kaki atau referensi yang menunjukkan bahwa sumber yang digunakan tersebut telah dikutip juga pada catatan kaki sebelumnya. 

Contoh penggunaan Ibid:
Marshall Sautlan, Bagaimana Hidup di Tengah Mimbar Digital? (Semarang: Rumbi Press, 2010), hlm. 23.
Ibid.


Selain Ibid, juga dikenal bahasa kutipan lain yaitu Op.Cit (opere citato/kutipan sebelumnya yang telah diselangi oleh kutipan sumber lain) dan loc.cit (locere citato: kutipan yang telah disebutkan pada halaman/bab selanjutnya). Penggunaan loc.cit dan Op.Cit sekarang sudah jarang digunakan lagi.


Contoh penggunaan Op.Cit:
1Fellycia Stevie, Hukum Masyarakat dan Pembangunan (Bandung: Alumni, 1976), hlm. 111.
2Sintia Astarina, Emotional Intelligence. (Jakarta: Gramedia, 2001), hlm. 161.
3Herlina dan Merry, Quantum Bussiness, (Bandung: Kaifa, 2000), hlm. 63-87.
4Fellycia stevie, Op. Cit., hlm. 125.


Contoh penggunaan loc.cit:
1Armando Anthoni, “Peran Guru dalam Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia Siswa Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi”, Kongres Bahasa Indonesia VIII, (Jakarta : Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2003), hlm. 1-15.
2 Armando Anthoni, Loc. cit.

Bagaimana? Sudah cukup mengerti bukan? Nah, setelah diberikan materi oleh Bu Niknik yang baru dibelikan sepatu oleh Pak OT (ciieeee.... suit... suit...), kami diberi tugas individual dan kami harus mengerjakannya secara masing-masing. Karena kampus kami akan mengadakan dua buah acara besar yang diadakan pada hari Jumat dan Sabtu besok, maka dosen bahasa Indonesia kami, Bu Niknik harus meninggalkan kelas kami karena beliau turut ambil bagian dalam acara tersebut.


Walaupun tugas tersebut merupakan tugas individual, akan tetapi satu sama lain saling membantu. Di sinilah keakraban yang erat terjadi satu sama lain. Ketika ada yang menemukan kesulitan dalma mengerjakan tugas, maka yang lainnya dengan senang hati akan membantu.


Tentu saja, pengerjaan tugas ini bukan hanya sekedar mengerjakan lalu dikumpulkan kepada Bu Niknik. Tetapi, bagi yang pekerjaannya benar semua, maka akan mendapatkan 2 bintang sekaligus! Tentu itu menjadi penawaran yang sangat menyenangnkan. Di samping itu, bagi yang pekerjaannya terdapat kesalahan, harus puas mendapat 1 bintang.


Tepat pukul setengah lima sore, semua pekerjaan kami dikumpulkan ke meja Bu Niknik di ruangan dosen. Kira-kira, kami mendapat berapa bintang, yaaa? Semoga apa yang kami kerjakan bisa benar semua sehingga kami bisa memperoleh 2 bintang sekaligus. Semangat untuk teman-teman semuanya!



sumber:

Kuntarto, Niknik M. 2011. Cermat dalam Berbahasa Teliti dalam Berpikir. Jakarta: Penerbit Mitra Wacana Media.

Kamis, 03 November 2011

Pertemuan Ke-7: Latihan untuk UTS

Tidak terasa kami sudah sampai pada pertemuan ke-7. Minggu depan, kami akan menghadapi Ujian Tengah Semester yang berlangsung kurang lebih selama dua minggu. Sudahkah kalian belajar?

Nah, pada pertemuan kali ini, tugas wawancara kami dikumpulkan. Bagi yang tidak memiliki kesalahan pada hasil rangkuman wawancaranya, akan mendapatkan 2 bintang sekaligus! Bagi yang memiliki 1-5 kesalahan, harus puas mendapatkan 1 bintang. Faktanya, dosen kami, Bu Niknik adalah orang yang sangat teliti. Nggak heran, deh kalau kesalaha-kesalahan yang kami buat dalam tugas wawancara kami dapat terlihat dengan mudahnya.

Ternyata, setelah diperiksa oleh Bu Niknik, hanya sebagian dari kami yang mendapatkan bintang. Itupun hanya 1 bintang. Akan tetapi, kami tetap harus bersyukur karena 1 bintang pun sangat berharga. Nyatanya, Bu Niknik masih memberi kami kesempatan untuk memperbaiki hasil pekerjaan kami. Jadi, yang sudah mendapatkan bintang akan mendapat 1 bintang tambahan. Bagi yang belum mendapatkan bintang, akan mendapatkan 1 bintang. Baik sekali, ya Beliau!

Lalu, sembari Bu Niknik memeriksa tugas wawancara kami, kami diminta untuk mengerjakan Lampiran 1. Setelah tugas-tugas tersebut selesai, lalu dikumpulkan. Rasanya, waktu berjalan begitu cepat. Tidak terasa jam di dinding sudah menunjukkan pukul 16:30. Saatnya kelas berakhir dan kami pun pulang ke rumah masing-masing.

Kemudian, apa yang kami dapat pada hari ini? Nah, pada pertemuan ke-7 ini, kami juga mengetahui bagaimana membuat sebuah rangkuman wawancara dengan benar. Sebagus apapun hasil wawancara kami, tetapi dari segi bahasanya kurang baik, tetap saja hasilnya juga kurang baik. Maka dari itu, kami harus terus berlatih dan berlatih mengenai kesantunan bahasa sehingga kami bisa lebih terampil da-lam menulis sebuah artikel.

Ngomong-ngomong, minggu depan sudah mulai Ujian Tengah Semester. Semangat, ya untuk anak-anak ILKOM B! Semangat terus, ya untuk Luntang-lantung! Belajar yang sungguh-sungguh demi nilai yang baik. Tuhan memberkati :)

Kamis, 27 Oktober 2011

Pertemuan Ke-6: Kami Suka Menulis

       Mata kuliah bahasa Indonesia sudah sampai pada pertemuan ke-6. Nggak kerasa banget kalau satu setengah bulan telah lewat dan begitu banyak ilmu serta materi yang diserap.pada pertemuan kali ini, kami belajar mengenai Kesantunan Paragraf. Kami belajar mengenai perbedaan kata penghubung antarkalimat dan intrakalimat. Kata penghubung adalah kata yang menghubungkan dua atau lebih kelompok kata agar maknanya berkaitan.

Ada 2 jenis kata penghubung, yaitu :
1. Kata penghubung intrakalimat (antarklausa): kata yang menghubungkan klausa induk dan klausa anak.

Contoh:
... sehingga...
... karena ...
Jika ... , ...
... , ... sedangkan ...
dll.

Contoh kalimat:
a. Mando bangun kesiangan sehingga ia terlambat sampai kampus.
b. Herlina anak yang pintar, tetapi kurang teliti dalam bekerja.

2. Kata Penghubung Antarkalimat: kata yang menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya

Contoh:
Selanjutnya, ....
Kemudian, ....
Namun, ....
dll.

Contoh kalimat:
a. Merry sedang sakit flu. Namun, ia tetap beraktivitas seperti biasa.
b. Bu Niknik tidak menghiraukan teriakan ibunya. Sebaliknya, dia malah asyik bermain.

Di samping itu, materi lainnya yang diberikan oleh Bu Niknik adalah
1. dalam menulis sebuah artikel, kitabisa mengawalinya dengan kalimat tanya, kalimta langsung, kata-kata mutiara, peribahasa, puisi, dan cerita. Ini bertujuan gna membuat pembaca lebih tertarik dan penasaran dengan apa yang mau kita tulis;
2. prinsip kalimat: kompilasi (menggabungkan dua kalimat), variasi (ada kalimat seru, pendek, tanya, dan panjang), seni urutan samping, dan seni idiomatik.

Pada pertemuan kali ini juga kami diberi tugas untuk mewawancarai teman kami. Masing-masing anak mewawancarai anak yang lain. Kemudian, hasil wawancara tersebut dirangkum dalam bentuk artikel dan seluruh artikel dari teman sekelas akan dijilid menjadi satu.
Kami, kelompok Luntang-lantung akan mewawancarai kelompok Gadis-gadis. Sintia mewawancarai Natalia, Felly mewawancarai Felicia Canessa, Merry mewawancarai Vacilia, Herlina mewawancarai Monic, Felix mewawancarai Felicia Monica, Marshall mewawancarai Vira, dan Mando mewawancarai Hening. Tugas ini harus dikumpulkan minggu depan pada 3 November 2011. (Ayo, Luntang-lantung, jangan lupa mengerjakan tugasnya dan di-posting ke blog, ya!)
Setelah tugas dan materi diberikan, kami pun diberi tugas yang harus dikerjakan di kampus. Tugasnya adalah membuat suatu karangan atau artikel dari gambar-gambar yang diberikan oleh Bu Niknik.
Namanya juga Luntang-lantung, serius nggak serius tetap mengerjakan tugas. Pertama, kami menyusun ke-10 gambar dengan urutan yang sesuai, lalu dilanjutkan dengan membuat cerita pendek.
Pada awalnya, kami mengalami kesulitan dalam mengawali suatu paragraf agar menarik. Begitu banyak ide dalam kepala personil Luntang-lantung. Akhirnya, semua ide dikumpulkan menjadi satu dan dirangkum membentuk paragraf padu yang mewakili gambar tersebut.
Setelah selesai, dikumpul, dan Bu Niknik memeriksa hasil kerjaan kami, tiba-tiba dosen kami yang cantik itu memanggil salah satu personil dari Luntang-lantung yaitu Sintia. Bu Niknik berpendapat bahwa cerita pendek yang ditulis sangat mengalir (alur) daaaann...... nggak ada kesalahan, dong pastinya! Cihuuuyy!!!
Yeaaayy! Tepuk tangan yang meriah untuk Luntang-lantung. Satu bintang lagi kami raih. Puji Tuhan! Ayo, Luntang-lantung, lebih semangat lagi, ya! Berikan kontribusi kalian untuk kelompok dan kelas. Jangan diam-diam sajaaa. Lama-lama depak juga, nih dari Luntang-lantung! Hahahahaaa. Becanda, deehh.


Luntang-lantung, wola-wola-wolaaaa!!!



Sumber materi: 
Kuntarto, Niknik M. 2011. Cermat dalam Berbahasa Teliti dalam Berpikir. Jakarta: Penerbit Mitra Wacana Media.
 http://turalakpujingkai-ciamis.blogspot.com/2010/04/kata-penghubung.html

Luntang-lantung Memang Paling Beda!

Apakah teman-teman merasa heran dengan yel-yel Luntang-lantung?

Ya, kami sendiri pun heran dan sama sekali tak mengerti. Entah terlalu kreatif atau otak kami sedang buntung, yel-yel kami pada setiap pertemuan selalu berbeda. Ya, berbeda. Itu semua karena kami memang lain daripada yang lain.

Inilah beberapa yel-yel yang pernah kami kumandangkan di kelas. Harap maklum, otak kami memang geser kadang-kadang.

1. Kami dari Luntang-lantung. Luntang-lantuuung?! Kami untung, situ buntung!

2. Kami dari Luntang-lantung. Luntang-lantuuung?! Wulak, uuh, yeaah!

3. Kami dari Luntang-lantung. Luntang-lantuuung?! Wola, wola, wola!!!

Entah ada berapa yel-yel lagi yang akan kami persembahkan untuk dosen kami tersayang, Bu Niknik dan teman-teman sekalian. Yel-yel kami banyak. Kami berbeda. Ya, kmi memang berbeda. Hidup Luntang-lantung!

Kamis, 20 Oktober 2011

Pertemuan Ke-5: Mari Belajar Kesantunan Kalimat

Pertemuan ke-5 ini, kami membahas mater tentang Kesantunan Kalimat. Nah, sebagai mahkluk sosial, tentu saja manusia akan berkomunikasi. Akan tetapi, tahukah kita bagaimana kalimat yang santun? Ada 5 prinsip yang bisa diterapkan dalam penulisan sebuah kalimat agar kalimat tersebut bisa dikategorikan sebagai kalimat santun.

1. Kehematan
Gagasan yang tercantum dalam sebuah kalimat sering kali tidak tersampaikan karena penggunaan kata yang boros. Maka dari itu, suatu kalimat harus disusun dengan memerhatikan prinsip kehematan.

Contoh:
Sesudah Sintia membicarakan transmisi nilai, ia menjelaskan pendidikan moral melalui pendekatan kenetralan nilai.
Sesudah membicarakan transmisi nilai, Sintia menjelaskan pendidikan moral melalui pendekatan kenetralan nilai.

2. Kecermatan
Dalam menggunakan diksi, kita harus menggunakan prinsip kecermatan.

Contoh:
Kendati revaluasi yuan hanya 2,1%, tetapi Marshall Sautlan optimis dampaknya terhadap kurs rupiah, tidak hanya sementara, melainkan bakal terus berlanjut.

 Kendati revaluasi yuan hanya 2,1%, Marshall Sautlan dampaknya terhadap kurs rupiah, tidak hanya sementara, tetapi bakal terus berlanjut.

3. Kesejajaran
Agar kalimat yang kita buat terlihat rapi dan bermakna sama, kesejajaran dalam kalimat begitu diperlukan. Kesejajaran dalam penggunaan bentuk-bentuk yang sama pada kata-kata yang berparalel.

Contoh:
Selama dua minggu para ahli di bidang kesepakatan energi akan mengadakan seminar di pusat pembinaan dan latihan energi.

Selama dua minggu para ahli di bidang kesepakatan energi akan mengadakan seminar di pusat pembinaan dan pelatihan energi.

4. Keharmonisan
Keharmonisan dalam kalimat berarti setiap klaimat yang kita buat harus harmonis antara pola berpikir dan strultur bahasa; mengandung satu subjek dan satu predikat. Keterangan bisa lebih dari satu.

Contoh:
Seorang ahli teknologi informasi bertugas menyimpulkan data, menganalisis data, dan data dikumpulkan.

Seorang ahli teknologi informasi bertugas menganalisis, menyimpulkan, dan mengumpulkan data.

5. Kelogisan
Kelogisan berhubungan dengan bernalar atau tidaknya sebuah kalimat. Ketidaklogisan bisa terjadi karena isi atau struktur kalimat yang dibangun.

Contoh:
Kepada Prof. Felix Anthoni, Rektor Universitas Luntang-lantung Nusantara harap naik ke atas panggung, waktu dan tempat kami persilakan.

Prof. Felix Anthoni, Rektor Universitas Luntang-lantung Nusantara dipersilakan naik ke atas panggung.

Nah, itulah materi yang disampaikan pada pertemuan Ke-5 Kamis ini. Tentu semakin hari ilmu kami semakin bertambah. Oh ya, seperti biasa, Kuis Bintang-bintang selalu menjadi pemacu semangat kami untuk lebih dan lebih. Tidak sia-sia, semua mahasiswa pun mendapat satu bintang karena berhasil mengerjakan tugas dari Bu Niknik.

Meskipun kelompok Luntang-lantung menjadi kelompok terakhir (lagi) yang keluar ruangan, tapi kami begitu bersyukur karena kami bisa sama-sama belajar bahasa Indonesia dan bisa mendapatakan 1 bintang. Selamat untuk semuanya.

Luntang-lantung sedang serius mengerjakan soal-soal dari buku cetak

Sumber materi: Kuntarto, Niknik M. 2011. Cermat dalam Berbahasa Teliti dalam Berpikir. Jakarta: Penerbit Mitra Wacana Media.

Kamis, 13 Oktober 2011

Pertemuan Ke-4: Bintang Lain untuk Luntang-lantung

Pada pertemuan ke-4 ini, kami membahas tentang Kesantunan Kalimat. Kami dijelaskan bahwa dalam sebuah kalimat hanya mengandung satu unsur subjek dan satu unsur predikat. Untuk keterangan lainnya boleh lebih dari 1. Apabila dalam suatu kalimat terdapat unsur yang hilang, itu namanya kesesatan kalimat.

Nah, lagi dan lagi dalam setiap pertemuan, kami diberi soal-soal utuk dijawab. Kalau benar, tentu bintang bisa kita raih. Di sini, kami pribadi melihat semangat yang luar biasa dari teman-teman semua. Antusiasme begitu hadir di tengah-tengah kami dan membuat kelas 317 serasa hidup!

Kami merasa bahwa inilah yang disebut dengan "kelas". Suasana begitu cair dengan keriuhan serta canda dan tawa dari seisi kelas. Dan pada pertemuan ke-4 ini, kami diberi tugas untuk mengerjakan soal mengenai kesantunan kalimat. Kami harus menentukan S-P-O-K dalam suatu kalimat.

Yang berhasil menjawab semua soal, diperkenankan untuk pulang walaupun belum saatnya untuk pulang. Luntang-lantung malah kelabakkan saking semangatnya. Pas materinya dijelasin sama Bu Niknik, sih ngerti-ngerti aja, tapi pas disuruh ngerjain soalnya........

Satu persatu kelompok yang lain sudah mulai keluar ruangan. Itu tandanya kalau jawaban mereka sudah benar semua. Lalu, bagaimana dengan nasib kerjaan Luntang-lantung?

Felly: Ul, yang ini jawabannya apaan?
Sintia: Aduh, nggak tau gueee....

Merry: Woy, ini tuh keterangan aposisi atau keretangan aja?
Chen: Kayaknya keterangan aposisi, deh. Kayaknya, lhoooo!

Felly: Shall, bantuin doongg. Malah diem aja!
Marshall: Woleeesss.

Chen: Felix, kerjain yang ini, dong!
Felix: Hah?! Apaan?
Chen: -______-

Sampai akhirnya, Luntang-lantung menjadi kelompok terakhir yang keluar ruangan. Hahahaha. Nasiiibbb. Biarpun begitu, kita dapet 1 bintang lagi, lhooooo. Kelas Bahasa Indonesia emang paling menyenangkan, deh!


PS: 70 gambar tentang kesalahan penulisan diundur jadi minggu depan :)

Kamis, 06 Oktober 2011

Pertemuan Ke-3: Semangat Meraih Bintang

Minggu kemarin, kami diberi tugas oleh Bu Niknik untuk mempelajari Bab 3 mengenai  Kesantunan Ejaan. Pada bab ini, kami belajar untuk memperbaiki kata-kata yang salah atau membuat suatu paragraf menjadi padu.

Soal-soal dalam Kuis Bintang-bintang kali ini diambil dari buku cetak. Tentu saja Luntang-lantung harus terus bersemangat untuk meraih bintang sebanyak-banyaknya. Anggota dari kelompok ini mencoba untuk aktif dalam menjawab soal-soal yang ada. Kami tidak peduli apakah jawaban kami itu benar atau salah, yang penting kami sudah mau berusah dan mencoba untuk menjawab soal-soal yang telah disediakan.

Gelak dan tawa ketap kali menghiasi ruangan 317. Satu hal lagi yang paling membuat kami bersemangat adalah adanya peraturan untuk TIDAK MENGINJAK RANJAU! Mungkin teman-teman semua bertanya, apa, sih yang dimaksud dengan ranjau? Ranjau di sini maksudnya adalah kata "terus".

Bagi siapapun yang mengatakan kata "terus", maka ia akan gugur dalam menjawab soal yang diberikan. Kata tersebut seperti diharamkan dalam kelas Bahasa Indonesia. Seharusnya, kata yang bisa digunakan adalah lalu, kemudian, dan sebagainya. Anak-anak akan tambah bersemangat untuk berseru, "tetooot!!" apabila ada dari mereka yang mengucapkan kata "terus". Hahahaha, Menyenangkan sekali, bukan?

Nah, ternyata pertemuan ketiga ini sangat seru! Semua orang berlomba-lomba untuk menjadi pemenang dalam Kuis Bintang-Bintang. Luntang-lantung juga nggak kalah heboh, lho! Kami berhasil menjamah peringkat kedua! Dan kami pun mendapatkan 1 bintang. Terima kasih untuk Bu Niknik :)

Oh ya, untuk pertemuan selanjutnya, kami diberi tugas untuk mencari gambar atau iklan yang terdapat salah penulisan. Masing-masing orang harus mengumpulkan 10 gambar, lalu digabung dengan anggota per kelompok dalam 1 CD. Jadi, dalam 1 CD terdapat 70 gambar.

Ayo, Luntang-lantung! Jangan malas mengerjakan tugasnya yaaa :)

Kamis, 29 September 2011

Pertemuan Ke-2: Bintang Pertama

Akhirnya, pertemuan ke-2 pun dimulai. Satu hal yang paling membuat kami excited adalah Kuis Bintang-Bintang. Kuis inilah yang selalu memacu semangat kami dan memotivasi kami untuk belajar Bahasa Indonesia. Menurut kami, sebagai warga Indonesia yang baik, kita harus memulainya dari diri kita sendiri. Belajar Bahasa Indonesia adalah salah satu contohnya.

Ternyata, kelas Bahasa Indonesia bersama Bu Niknik adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Suasana di kelas selalu mencair dengan lawakan-lawakan lucu dari teman-teman yang lain. Di samping itu, ternyata Bu Niknik juga punya selera humor yang tinggi. Dijamin, deh, tiada kelas tanpa ketawa terbahak-bahak. Hahahaha :D

Nah, pada pertemuan kedua ini, kelompok Luntang-lantung memamerkan yel-yel-nya. Setelah melalui pergulatan panjang selama kurang lebih 24 jam, akhirnya terciptalah yel-yel kami. Ini dia liriknya. Dinyanyikan dengan nada salah satu lagu dari grup band NAIF.


Di lain hal, kelompok kami juga kompak luar biasa dalam hal kostum. Kami kompak memakai polo shirt kuning yang menunjukkan bahwa, "kami ILKOM bangeeett!!!" Dan inilah foto kami bersama dosen kami.


Bisa dibilang, kelompok kami paling kurang persiapan dalam hal yel-yel. Akan tetapi, kami tetap semangat untuk mengikuti Kuis Bintang-bintang. Pertanyaan demi pertanyaan kami coba untuk jawab. Sampai akhirnya, Bu Niknik telah kehabisan pertanyaan. Daaann... agaknya Luntang-lantung suram banget melihat akumuliasi skor yang kami dapatkan.

Ya! Kelompok kami mendapatkan skor terendah dan menempati peringkat terakhir. Sesuai janji dosen kami yang cantik itu, peringkat pertama akan mendapatkan 2 bintang dan peringkat kedua dan ketiga mendapatkan tiga bintang.

Tapi, dosen kami sedang berbaik hati. Melihat suasana kelas yang begitu bersemangat dalam menjawab soal-soal dalam Kuis Bintang-bintang ini, smeua kelompok mendapatkan bintang!!! Terima kasih, Bu Niknik :)

Pada akhirnya, semua mahasiswa mendapatkan bintang perdana mereka dan pulang dengan hati senang.

Rabu, 28 September 2011

Percakapan di Balik Cerita

Sehari sebelum kelas Bahasa Indonesia dimulai.



“Eeeehh… udah ngerjain tugasnya belom?”
“Udah, nih. Tapi belom semuanya. Lo udah nyalin di kertas belom?”
“Baru nomor 1-30, nih. Lo lanjutin, dong!”
“Ah, males, ah! Hahahaha. Becanda, deeehh. Sini-sini, gue nomer berapa?”

***

“Eh, itu yel-yel kita buat besok gimana? Siapa yang mau bikin?”
“Oh iya, ya! Kita belom buat yel-yel. Eh, si Felix mana, nih?”
“Nggak tau.”
“Wah, coret aja namanya! Nggak kerja!”
“AHAHHAHAHAHA!!!!”

***

Suasana kerja kelompok seperti selalu dihiasi canda dan tawa. Dikit-dikit ketawa, dikit-dikit ketawa. Ya, itulah Luntang-lantung. Ngomong-ngomong, yel-yel gimanaaaa???

Kamis, 22 September 2011

Pertemuan Ke-1: Hanya Sebuah Permulaan

Ini adalah pertemuan perdana kami dalam mata kuliah Bahasa Indonesia. Dosen kami yang sangat fashionable itu bernama Niknik M. Kuntarto, biasa dipanggil Bi Niknik. Pertemuan pertama ini mengulas tentang bahasa Indonesia, lalu kami ditugaskan untuk membentuk sebuah kelompok yang terdiri dari 7-8 orang.

Dari sekitar 36 mahasiswa di kelas ILKOM B, akhirnya terbentuklah 6 kelompok berbeda-beda. Setiap kelompok harus mempunyai nama grup yang terdiri dari kata ulang. Selain itu, mereka juga harus membuat yel-yel mereka. Ada lagi, nih, di pertemuan pertama ini, kita diberi tugas untuk mengerjakan soal dari buku cetak halaman 120-126.


Akhirnya, setelah melalui pergulatan yang panjang, terbentuklah kelompok ini. Mari kita berteriak, “LUNTANG-LANTUUUNGG!!!” Ya, itulah kami (senyum lebaaarr).


Kelompok kami terdiri dari Fellycia Stevie, Sintia Astarina, Merry, Herlina, Marshall Sautlan, Servulus Armando, dan Felix Anthoni. Dengan beragam karakterisasi dan sifat, kami mencoba untuk bersatu padu menjadi sebuah kelompok yang unggul dan kompak. Tidak hanya itu, sebisa mungkin kami bersaing dengan kelompok lainnya dalam Kuis Bintang-bintang.


Sekedar informasi mengenai Kuis Bintang-bintang. Ini merupakan kuis tercanggih periode ini. Kuis ini dicetuskan oleh dosen kami tercinta, Bu NIknik, yang mana diadakan pada setiap pertemuannya. Bagi para mahasiswa yang berhasil mendapatkan 20 bintang sebelum UAS, mereka diperbolehkan untuk tidak mengikuti UAS dan langsung mendapat nilai A.


Tentu ini menjadi sebuah penawaran yang sangaaat menarik!!! Kapan lagi kita bisa mendapatkan nilai A dalam mata kuliah Bahasa Indonesia? Semangat untuk Luntang-lantung!