Selamat datang dalam blog LUNTANG-LANTUNG. Kelompok kami beranggotakan 7 mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, yakni Sintia Astarina, Fellycia Stevie, Merry, Herlina, Servulus Armando, Felix Anthoni, dan Marshall Sautlan :) Blog ini kami buat atas permintaan dosen Bahasa Indonesia kami, Bu Niknik M. Kuntarto, guna mem-posting tugas-tugas kami. Semoga bermanfaat Just go follow this blog and drop your comments on our posting. God bless you, guys! ♥♥♥

Minggu, 18 Desember 2011

Skripsi Fellycia Stevie

REVOLUSI KOMUNIKASI DI ERA GLOBALISASI

SKRIPSI





Diajukan guna Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.)


Fellycia Stevie
11140110037


PROGRAM STUDI JURNALISTIK
FALKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA
TANGERANG
2015



 ***

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul
“Revolusi Komunikasi di Era Globalisasi ”
oleh
Fellycia Stevie
telah diujikan pada hari Rabu, tanggal 9 Januari 2011,
pukul 13.00 s.d. 15.00 dan dinyatakan lulus
dengan susunan penguji sebagai berikut.

Ketua Sidang                                                                         Penguji Ahli



Dra. Bertha Sri Eko M., M.Si.                                     Dr. Endah Murwani, M.Si.

Dosen Pembimbing
Ambang Priyonggo, M.A.



Disahkan oleh
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi – UMN


Dra. Bertha Sri Eko M., M.Si.

***
HALAMAN PERSEMBAHAN









Follow your heart
But take your brain with you.
Do not ever stop to learn something new in life
One thing that never change in life
It still goes on
No matter what’s happen
Life is about optional
Life is about how to decide
Never regret to what you have done
Learn from the past, focus for today,dan dreaming for tomorrow
Dream big, small fear



(Fellycia Stevie)

***

KATA PENGANTAR
Lantunan lagu mengarahkan jalan kehidupan. Detakan jantung memberi nafas kehidupan. Rasa syukur tak habis-habisnya penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas kemudahan dalam mencapai tujuan hidup. Begitu juga penulis yang berhasil menyelesaikan skripsi berjudul “Revolusi Komunikasi di Era Globalisasi” yang ditujukan kepada Program Studi Ilmu Komunikasi. Maha besar kuasa Tuhan yang memberikan penulis kekuatan dan ilmu pengetahuan inspirasi yang terus mengalir dalam menyelesaikan skripsi ini.
Tujuan penulis menulis skripsi adalah untuk menyelesaikan tugas akhir di Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara.
Dalam penulisan skripsi ini, tentunya banyak pihak yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tiada hingganya kepada :
1.Dr. Ninok Leksono, Rektor Universitas Multimedia Nusantara, yang memberi inspirasi bagi penulis untuk memiliki mental juara,
2.Johanes S. Prajitno, M.Sc., Pelaksana Harian Rektor Universitas Multimedia Nusantara, yang mengajar penulis cara observasi data dengan benar,
3.Dra. Bherta Sri Eko M., M.Si.,Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Multimedia Nusantara, yang menerima penulis dengan baik untuk berkonsultasi,
4.Benediktus Ari Darmawan, S.Fil. yang membimbing pembuatan skripsi penulis, dan
5.Niknik M. Kuntarto, S.Pd., M.Hum. yang mengajar penulis tata cara menulis karya ilmiah dengan benar.
6.Secara khusus penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Ayahanda yang penulis banggakan dan Ibundaku tercinta dan adik-adikku yang telah banyak memberikan dukungan dan pengorbanan baik secara moril maupun materil sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dengan baik.
7.Ucapan terima kasih penulis kepada semua sahabat yang telah banyak memberikan bantuan, dorongan serta motivasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca sebagai sumber informasi yang benar.

Tangerang, 13 Desember 2011
Fellycia Stevie


BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang Masalah

Komunikasi adalah suatu hal yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Komunikasi sudah ada dari berabad-abad  lalu lamanya. Tanpa adanya komunikasi, manusia akan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan yang lainnya. Kini komunikasi berkembang begitu pesat seiring berjalannya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki banyak peranan yang berdampak kepada perkembangan di berbagai bidang, terutama di bidang komunikasi media massa yang menyajikan hiburan dan informasi.
Melalui revolusi komunikasi di era globalisasi memberikan kemudahan bagi individu untuk memperoleh informasi yang tidak terbatas baik dari dalam  negri maupun dari belahan dunia lainnya. Namun revolusi komunikasi yang semakin berkembang tidak berjalan dengan sebagaimana fungsinya. Komunikasi yang sudah tidak terbatas lagi terkadang memberikan dampak dan pengaruh buruk bagi individu yang menerimanya.
Dampak di lain sisi ialah pada bidang Ideologi Bangsa. Kemajuan di berbagai bidang termasuk bidang teknologi memengaruhi kemerosotan kecintaan bangsa terhadap tanah air. Dengan menerima suguhan informasi dari budaya luar, menjadikan budaya indonesia terlupakan dan digantikan dengan budaya westernisasi.

1.2       Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang masalah perumusan masalah yang dapat kita ambil adalah
1.         Apa yang melatar belakangi manusia berkomunikasi?
2.         Bagaimana peranan revolusi komunikasi terhadap bidang lainnya?
3.         Apakah dampak negatif dari revolasi komunikasi ?
4.         Bagaimana kaitan revolusi komunikasi terhadap ideologi bangsa Indonesia ?





1.3. Landasan Teori
Kata komunikasi menurut Deddy Mulyana[1] (2008:92) berarti proses bertukar pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal, baik secara langsung maupun tidak langsung antara dua orang atau lebih sebagai sender dan reciever yang berbicara di dalam suatu konteks dimana ada media atau channel untuk menyampaikan pesan dan adanya feedback atau umpan balik , Namun terkadang terdapat sebuah gangguaan atau noise dalam proses penyampaian pesan.
Menurut Indah.F[2] (2009) secara harafiah, komunikasi berasal dari Bahasa Latin: COMMUNIS yang berarti keadaan yang biasa, membagi. Dengan kata lain, komunikasi adalah sutu proses di dalam upaya membangun saling pengertian. Dalam suatu organisasi biasanya selalu menekankan bagaimana pentingnya sebuah komunikasi antar anggota organisasi untuk menekan segala kemungkinan kesalahpahaman yang bisa saja terjadi.
Alasan mengapa komunikasi menjadi aspek utama di dalam kehidupan manusia adalah karena komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk sosial. Yang memerlukan interaksi dengan individu lainnya. Menurut Deddy Mulyana[3] (2008:108) setiap perilaku manusia berpotensi untuk berkomunikasi.
Pada awalnnya, komunikasi terjadi dan hanya bisa dilakukan secara langsung saja yaitu berhadapannya antara satu subjek dengan subjek lain, adapun media yang dipakai pada zaman ini masih berupa subjek atau orang. Hal ini dikarenakan belum terdapatnya alat atau media yang digunakan. Setelah perkembangan yang terjadi sejak sekian lama, banyak sekali perubahan-perubahan dalam hal komunikasi. Ditemukannya alat atau media yang digunakan dalam proses komunikasi merupakan salah satu diantara perubahan besar tersebut.
Komunikasi merupakan satu diantara beberapa faktor utama yang menyebabkan terjadinya era globalisasi. Bahkan mampu dikatakan sebagai suatu penemuan revolusioner dikarenakan pesatnya perkembangan komunikasi itu sendiri. Dibuktikan dari penemuan handphone,blackberry, laptop dengan program jejaring sosial,dan masih banyak lagi.
Menurut Malcom Waters[4] (2010),globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat pembatasan geografis pada keadaan social budaya menjadi kurang penting yang terjelma di dalam kesadaran orang.



Arus globalisasi sangat berpengaruh terhadap moral dan ideologi bangsa. Informasi yang dapat diterima setiap orang tanpa batas dapat menyebabkan dampak negatif bagi individu yang tidak bijaksana memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi.Agung Muryono[5] menyimpulkan,
Perkembangan revolusioner komunikasi di era globalisasi mempunyai dampak negatif  yakni terjadinya ketergantungan terhadap teknologi komunikasi (HP, TV, Internet, dll), sering terjadi penyalahgunaan fungsi teknologi komunikasi (Telepon digunakan untuk meneror, Internet digunakan untuk membuka situs-situs tidak jelas, dll),penggunaan BTS dan Elektrimagnetis yang dapat mengganggu kesehatan,dan semakin menipisnya nilai-nilai budaya lokal akibat globalisasi
Ia[6] juga mengatakan ada beberapa dampak positif dari perkembangan revolusioner komunikasi di era Globalisasi, yaitu hubungan antar benua tak terbatas, transaksi dapat terjadi secara instan, perkembangan dunia pemberitaan semakin maju, manusia menjadi lebih mudah berkomunikasi, timbul rasa kesenangan bagi manusia, dan manusia menjadi lebih mudah mendapatkan informasi.




[1] Deddy Mulyana,Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Bandung :  PT Remaja Rosdakarya,2008),hlm. 92.
[2] Indah.F., ”Arti Komunikasi Menurut Para Ahli” dalam http://www.carapedia.com diunduh pada 14 April 2009,Jakarta.
[3] Deddy Mulyana ,op.cit., hlm. 108.
[4] Adhyza Kandari “Pengertian Globalisasi” dalam http://id.shvoong.com/society-and-news/news-items/2004730-pengertian-globalisasi/ diunduh pada 22 Mei 2010, Jakarta.
[5] Agung Muryono, “Arus Globalisasi” dalam http://ranggablack89.wordpress.com/2009/10/27/ diunduh pada 27 Oktober 2009,Jakarta.
[6] Ibid



 ***


DAFTAR PUSTAKA
Mulyana, Deddy .2008,Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Muryono, Agung.2009,“Arus Globalisasi” dalam



***
Biografi
Fellycia Stevie Sugiarto. Lahir di Jakarta, 5 Januari 1993. Menamatkan sekolah di Taman Kanak-Kanak Tarakanita Citra Raya, SD Tarakanita Citra Raya, dan SMA Tarakanita Gading Serpong. Sedang belajar di Universitas Multimedia Nusantara Fakultas Ilmu Komunikasi di tingkat pertama.Pernah bekerja sebagai guru TK di TKK Fellycia dan staff marketing di Prudential Tower,Thamrin.
Menulis adalah hal yang dicintai olehnya. Dapat dilihat tulisan buku hariannya di beberapa laman yang ia tulis  : www.fellysmilley.blogspot.com  dan ia juga mencintai dunia fashion dilihat dari laman http://weheartit.com/fellyciastevie dan http://littlegirlwithmilliondreams.tumblr.com/.
Ia adalah wanita yang memiliki sejuta mimpi. Berbeda dengan wanita 18 tahun lainnya, ia sudah resmi bertunangan dengan kekasihnya. Menurutnya hidup adalah sebuah pilihan yang harus dijalani. Kedewasaan seseorang bukan ditentukan dari usia seseorang melainkan dari dalam diri orang itu sendiri.
Cara pandangnya dalam kehidupan adalah tiada penyesalan dan tiada kebetulan. Semua yang terjadi di dalam kehidupan adalah memang apa yang sudah seharusnya terjadi. Baginya hanya adalah pelajaran yang dapat dipetik dari setiap pengalaman.
Belajar dari masa lalu, fokus untuk masa sekarang, dan bermimpi untuk masa depan. Ini adalah pegangan hidup yang selalu ia pegang. Baginya ungkapan “Tak ada yang sempurna” adalah salah besar karena setiap orang berhak untuk menjadi sempurna.

Skripsi Sintia Astarina

PENGARUH BUDAYA MEMBACA
BAGI MAHASISWA TERHADAP MASA DEPAN

SKRIPSI





Diajukan guna Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.)

Sintia Astarina
11140110048





PROGRAM STUDI JURNALISTIK
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA
TANGERANG
2015

***
HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul “Pengaruh Budaya Membaca bagi Mahasiswa terhadap Masa Depan”
oleh
Sintia Astarina
telah diujikan pada hari Jumat, 4 September 2015,
pukul 11.00 s.d. 13.00 dan dinyatakan lulus
dengan susunan penguji sebagai berikut.



Ketua Sidang                                                                         Penguji Ahli



Dra. Bertha Sri Eko M., M.Si.                                     Dr. Endah Murwani, M.Si.



Dosen Pembimbing



Ambang Priyonggo, M.A.

Disahkan oleh
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi – UMN



Dra. Bertha Sri Eko M., M.Si.

***

HALAMAN PERSEMBAHAN




















Di tengah hutan belantara kasih
Kupadukan puji syukur dan gema cinta
Di tengah keterbatasan yang fana
Masih ada sang khatulistiwa
Mengelilingi pelosok bumi dengan air
Bergumam merdu di tengah senangnya jiwa
Teruntuk yang mengasihi dan menyayangi
Kupersembahkan karya terbaik oleh diri
Untuk ibunda di hati


***
KATA PENGANTAR

Air mengalir tiada henti dan waktu tak pernah berhenti berputar. Seperti itulah ucapan syukur yang penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Mahasempurna karena dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Budaya Membaca bagi Mahasiswa terhadap Masa Depan”. Skripsi ini diajukan kepada Program S1 Jurusan Jurnalistik, Fakultas Komunikasi, Universitas Multimedia Nusantara.
Dalam penulisan skripsi ini, banyak pihak yang telah membantu hingga skripsi ini dapat penulis tuntaskan. Oleh karena itu, penulis berterima kasih kepada
1.   Dr. Ninok Leksono, Rektor Universitas Multimedia Nusantara, yang memberikan banyak inspirasi bagi penulis untuk berprestasi;
2.   Johannes S. Prajitno, M.Sc., Pelaksana Harian Rektor Universitas Multimedia Nusantara, yang mengajar penulis cara observasi data dengan benar;
3.   Dra. Bertha Sri Eko M., M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Multimedia Nusantara, yang menerima penulis dengan baik untuk berkonsultasi;
4.   Ambang Priyonggo, M.A. yang membimbing pembuatan skripsi penulis;
5.   Niknik M. Kuntarto, S.Pd., M.Hum. yang mengajar penulis tata cara menulis karya ilmiah dengan benar.
Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada keluarga: Mama, Papa, dan Adik tercinta yang selalu mendukung penulis melalui doa dan motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan wawasan, baik sebagai sumber informasi maupun sumber inspirasi bagi para pembaca.

Tangerang, September 201


Penulis

***

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca dan mendengar adalah [dua] cara paling umum untuk mendapatkan informasi (http://id.wikipedia.org/wiki/Membaca: 2011).
Membaca merupakan suatu kegemaran bagi orang banyak. Sebuah pepatah Cina mengatakan; “Setelah tiga hari tanpa membaca buku, omongan jadi hambar“ (http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/09/manfaat-membaca-dan-menulis/: 2011). Sayangnya, tidak semua orang gemar membaca, terutama mahasiswa. Padahal, membaca merupakan bagian dari pembelajaran bahasa.
Menurut Tri Budhi Sastrio  (http://ialf.edu/bipa/july1999/membaca.html: 1999), ”Elemen dasar seperti mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis, tetap menjadi bagian tidak terpisahkan dalam teknik pengajaran bahasa.” Maka dari itu, aktivitas membaca memang tidak dapat terelakkan dalam keseharian kita. Ia (1999) juga menambahkan bahwa pemahaman terhadap salah satu elemen dasar dalam belajar bahasa, yaitu membaca, tidak menjamin bahwa program pengajaran bahasa berhasil dengan baik.
Banyak kutipan-kutipan motivasi terkait membaca, seperti “membaca dapat membuka jendela dunia“. Ini membuktikan bahwa membaca dapat membuka cara berpikir seseorang dan dapat menerima perbedaan pandangan dengan orang lain (http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/09/manfaat-membaca-dan-menulis/: 2011).

***

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca dan mendengar adalah [dua] cara paling umum untuk mendapatkan informasi[1].
Membaca merupakan suatu kegemaran bagi orang banyak. Sebuah pepatah Cina mengatakan; “Setelah tiga hari tanpa membaca buku, omongan jadi hambar[2]. Sayangnya, tidak semua orang gemar membaca, terutama mahasiswa. Padahal, membaca merupakan bagian dari pembelajaran bahasa.
Menurut Tri Budhi Sastrio[3], ”Elemen dasar seperti mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis, tetap menjadi bagian tidak terpisahkan dalam teknik pengajaran bahasa.” Maka dari itu, aktivitas membaca memang tidak dapat terelakkan dalam keseharian kita. Ia[4] juga menambahkan bahwa pemahaman terhadap salah satu elemen dasar dalam belajar bahasa, yaitu membaca, tidak menjamin bahwa program pengajaran bahasa berhasil dengan baik.
Banyak kutipan-kutipan motivasi terkait membaca, seperti “membaca dapat membuka jendela dunia“. Ini membuktikan bahwa membaca dapat membuka cara berpikir seseorang dan dapat menerima perbedaan pandangan dengan orang lain[5].



[1] Wikipedia, “Membaca” dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Membaca, diunduh pada 11 Desember 2011.
[2] Kompasiana, “Manfaat Membaca dan Menulis”dalam http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/09/manfaat-membaca-dan-menulis/, diunduh pada 9 Oktober 2011, pkl. 18.45.
[3] Tri Budhi Sastrio, ”Membaca Sebagai Bagian Pembelajaran Bahasa dalam http://ialf.edu/bipa/july1999/membaca.html, 1999, Surabaya.
[4] Ibid.
[5] Kompasiana, loc. cit.

***
DAFTAR PUSTAKA


Kompasiana. 2011.“Manfaat Membaca dan Menulis”. Dalam http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/09/manfaat-membaca-dan-menulis/.
Sastrio, Tri Budhi. 1999.Membaca Sebagai Bagian Pembelajaran Bahasa. Dalam http://ialf.edu/bipa/july1999/membaca.html.
Wikipedia. 2011. “Membaca”. Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Membaca.


 ***


BIOGRAFI SINGKAT


Sintia Astarina. Lahir di Jakarta, 4 September 1993. Menamatkan sekolah di SD Tarakanita, SMP Tarakanita, dan SMA Tarakanita di Gading Serpong. Saat ini, ia sedang mengenyam pendidikan di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Multimedia Nusantara.
Anak pertama dari dua bersaudara ini aktif dalam berbagai kegiatan organisasi sejak SMP, mulai dari OSIS, Yada CLUB, berbagai kepanitian acara di sekolah. Penulis juga aktif di 2 UKM di kampusnya, yakni Obscura dan Ultimagz.
Perempuan dengan bintang Virgo ini adalah penyuka Elmo, salah satu tokoh dalam Sesame Street dengan bulu berwarna merah. Di sisi lain, penulis banyak mendapatkan inspirasi dari berbagai tokoh publik yang sangat dikenal masyarakat, seperti Emma Roberts dan Kevin Zegers.
Nah, perempuan berumur 18 tahun ini menyukai warna merah dan gemar membaca, tidur, fotografi, dan mendengarkan musik. Di samping itu, ia juga gemar menulis banyak puisi untuk dikirimkan ke media cetak dan daring, guna memperoleh honor sendiri. Kelak, ia ingin menjadi seorang penulis profesional yang melahirkan banyak karya-karya populer yang laku di pasaran.
Penulis adalah orang yang mudah beradaptasi, murah senyum, dan senang membantu sesama yang sedang membutuhkan pertolongan. Perempuan yang memiliki tinggi 171 cm ini adalah orang yang ambisius dan mempunyai target ke depan sehingga ia bisa lebih bertanggung jawab akan tugas-tugasnya.
Saat ini, penulis sedang menyelesaikan novel pertamanya yang belum diketahui judulnya.

Kamis, 15 Desember 2011

Pertemuan Ke-11: Menunggu Bintang untuk Dibawa Pulang

Ada yang berbeda pada hari ini. Di hari Kamis yang dirundung hujan ini, ternyata Bu Niknik membebaskan kami dari perkuliahan. Yeaaayy! Bisa dibilang selama dua setengah jam ini kami bebas melakukan apa yang kami inginkan, dengan arti kami harus menggunakan waktu kosong yang ada dengan sebaik-baiknya. Dilandasi dengan tanggung jawab, kami pun melakukan banyak hal bermanfaat. Kebanyakan dari kami mengerjakan tugas bahasa Inggris yang akan dipresentasikan pada hari Senin mendatang.

Di sisi lain, Kevin, Sere, Ogene, dan Ferlina membantu Bu Nikinik untuk memeriksa skirpisi yang sudah kami buat. Bagi yang tugasnya tidak memiliki kesalahan satupun, 4 bintang boleh dikantongi. Kesalahan 1 - 3, mendapat 3 bintang. Kesalahan 4 - 10 akan membawa pulang 2 bintang, sedangkan yang memiliki lebih dari 10 kesalahan, harus puas dengan 1 bintang saja. Oh ya, mau tahu apa alasan tidak ada perkuliahan? Karena guru besar bahasa Indonesia kami yang pada pertemuan kali ini memakai baju hitam dan rok batik itu tahu betapa mumetnya kami dalam membuat skripsi.

Ya, tidak dapat dimungkiri apabila tugas kali ini sangat menguras pikiran kami. Kami membutuhkan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari untuk membuat delapan halaman awal skripsi. Akan tetapi, kita harus melihat sisi positif dari tugas yang diberikan Bu Niknik ini. Tugas ini diberikan dalam rangka pembelajaran bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam membuat skripsi.

Kelak, apabila di semester akhir nanti, kami diminta untuk membuat skripsi sebagai salah satu persyaratan untuk lulus Strata 1, kami tidak perlu kalang kabut seperti ini. Kami dapat dan mampu mengerjakan skripsi tersebut dengan sebaik mungkin dan tentunya bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.

Setelah puas dengan perolehan salah dan bintang yang kami dapat, kami diminta untuk memperbaikki kesalahan tersebut, kamudian diunggah ke blog kelompok. Untuk skripsi milik anggota Luntang-lantung menyusul, ya!

Semangat belajar bahasa Indonesia :D

Kamis, 08 Desember 2011

Pertemuan Ke-10: Delapan Halaman Awal untuk Karangan Ilmiah

Sejujurnya, pertemuan ke-10 ini adalah pertemuan yang sangat menyenangkan. Dosen kami yang begitu menawan, yang tak lain dan tak bukan adalah Bu Niknik, menceritakan segudang pengalamannya dalam dunia pendidikan. Kami mendapatkan banyak cerita seru yang menarik dan sangat inspiratif. Dari sana, kami bisa mengetahui sesuatu yang selama ini tersembunyi dan tak kasat mata.

Bu Niknik mengajarkan kami bagaimana caranya menghadapi suatu permasalahan besar yang ada dalam hidup kita. Kita harus tegar, menjadi kuat, dan tak usah ambil pusing terhadap orang-orang yang tidak suka dengan kita. Tuhan Mahatahu dan Ia akan mengatur segalanya sedemikian rupa sehingga kita bisa memeroleh berkat melimpah. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai.

Berjam-jam dihiasi oleh berbagai cerita menarik membuat kami ingin terus mendengarkan cerita-cerita dari guru besar kami itu, Bahkan, kami sampai lupa waktu danhampir saja meninggalkan materi yang akan kami pelajari pada waktu itu. akan tetapi, pada akhirnya di satu jam terakhir, kami memulai  materi kami dan belajar bagaimana caranya menyusun skripsi. 

Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/ fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia.

Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), Postgraduate (s2), PhD dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergrduate (sarjana S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia Skripsi untuk jenjang S1, Tesis untuk jenjang (S2) dan Disertasi untuk jenjang (S3).

Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Kedua pembimbing tersebut disebut dengan istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.

Dimulai dari 8 halaman pertama. Mulai dari halaman judul, halaman pengesahan, halaman persembahan, halaman kata pengantar, catatan perut, catatan kaki, daftar pustaka, dan biografi. Pembelajaran pada hari ini sangatlah berguna untuk membuat skripsi di semester akhir nanti.

Oh yam untuk mendalami lebih lanjut dan guna mengetes sejauh mana kami mengerti mengenai apa yang sudah diajarkan, kami diminta oleh Bu Niknik untuk membuat halaman judul, halaman pengesahan, halaman persembahan, halaman kata pengantar, catatan perut, catatan kaki, daftar pustaka, dan biografi. Bagi yang pekerjaannya sempurna akan mendapatkan 4 bintang. Ayo, Luntang-lantung, kerjakan tugas kalian sebaik mungkin agar bintangnya bertambah. Semangat juga untuk teman-teman yang lain! :D

Sumber:

Kamis, 01 Desember 2011

Pertemuan Ke-9: Mari Belajar Mengenai Daftar Pustaka

Halo, semuanya! Apa kabar? Nah, di blog Luntang-lantung kali ini, kami akan mengulas sedikit mengenai materi yang kami dapatkan drai Bu Niknik, yakni daftar pustaka. Sebelumnya, pasti hampir drai kita semua pernah mendapatkan materi ini saat duduk di bangku SMA. Sekedar mengulang lagi untuk memanggil kembal memori-memori kita mengenai daftar pustaka.

Definisi daftar pustaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dsb. yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad.

Fungsi daftar pustaka:
1. memberikan arah bagi para pembaca buku atau karya tulis yang ingin meneruskan kajian atau untuk melakukan pengecekan ulang terhadap karya tulis yang bersangkutan;
2. memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya tulis yang dirujuk terhadap hasil karyanya yang turut menyumbang peraran dalam penulisan karya tulis yang kita tulis;
3. menjaga profesionalitas kita (jika kita sebagai seorang penulis karya tulis) terhadap tulisan yang kita buat. 

Contoh:
Anthoni, Felix. 1994. Psikologi, Pekerjaan Sosial dan Ilmu Kesejahteraan: Dasar- Dasar
          Pemikiran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Astarina , Sintia. 1998. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek.
          Jakarta: Rineka Cipta.
.........., 1997. Prosedur Penelitian: Suatu Pendapatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Femina. 1999. "Kamukah Tipe Cinta Kami?". Nomor 18/XVII, Mei. Bandung.

Kompas. 2006. "Pesona Negri Singa di Penghujung Tahun". 8 November. Jakarta.

"Merry. 1998. "Aku Pergi Mengembara, Lalu Ke Manakah Anak-anak yang Hilang?".
           Dalam http://www.sintia-astarina.blogspot.com/


Informasi lainnya: